Iramaya Putri Cinderella

Tahun: 1982

Kategori: Drama

Tanggal Rilis:

Sutradara: Willy Wiliyanto

Aktor: Iramaya Sopha, Liza Tansil,Rudy Salam,Ruth Pelupessy, Dorman Borisman

Facebook:

Twitter:

Sinopsis

Putri Cinderella (Paulina Jakman) melahirkan bayi perempuan yang cantik. Baginda Raja (Rudy Salam) ayah dari bayi tersebut memberi nama Iramaya atau Puteri Iramaya. Untuk merayakan kelahiran yang bahagia itu, maka istana mengadakan sebuah pesta besar. Pada kesempatan ini seorang Raja Tetangga (Gordon Bandiono) meminang Puteri Iramaya untuk kelak dijodohkan dengan putranya Pangeran Ramon.
 
Suasana yang meriah, tiba-tiba menjadi kacau dengan munculnya Peri Jahat (Linda Karim) dengan menjatuhkkan kutukan kepada Puteri Iramaya, bahwa Puteri Iramaya akan mati bila tertusuk jarum. Hal tersebut terjadi, disebabkan hasutan ibu tiri (Ruth Pelupessy) dengan liciknya agar Peri Jahat mencelakai Puteri Iramaya dan merusak kebahagiaan Puteri Cinderella.
 
Dalam usia empat tahun malapetaka hampir saja menimpa Puteri Iramaya ketika nenek tua (samaran Peri Jahat) datang memberikan hadiah boneka yang didalamnya tersimpan jarum. Malapetaka itu dapat dicegah berkat peringatan dari Peri baik (Dorman Borisman). Untuk menghindari usaha jahat dari Ibu Tiri dan Peri Jahat, atas usul dari keempat Peri Baik (Dorman-Susy Bolle-Liza Tanzil-Mona Nathan), Puteri Iramaya dibawa dan diasuh kedalam hutan dengan mengganti namanya menjadi Mawar.
 
Lama dalam persembunyiannya, Mawar tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik dan lincah. Sementara Ibu Tiri dengan kedua anaknya Drunella dan Barbetta berusaha mencari persembunyian Puteri Iramaya dan tak kalah Peri Jahat pun sibuk di laboratorium dengan alat-alat elektronik mencari keberadaan  Puteri Iramaya. Merasa keamanannya terancam oleh Peri Jahat dan Ibu Tiri, Mawar bersama keempat pengasuhnya terpaksa berpindah-pindah tempat dari satu hutan ke hutan lainnya dengan diiringi tikus-tikus temannya.
 
Akhirnya seorang pemburu (Chris Salam) melihat Mawar (Iramaya Sopha) sedang bermain di air terjun dan mengikat persahabatan. Peri Baik yang mengkhawatirkan keselamatan Puteri Iaramaya dengan kehadiran seorang pemburu diantara mereka, Peri Baik menceritakan siapa sebenarnya Mawar dan tentang perjodohannya dengan Pangeran Ramon. Menjelang umur Puteri Iramaya 17 Tahun, Iramaya dengan keempat Peri Baik dan tikus-tikus kembali ke Istana menjumpai kedua orang tuanya.
 
Kemegahan dan kemewahan didalam Istana, tidak dapat melupakan keindahan serta kebebasan semasa didalam hutan, hidup bersama kawan-kawannya. Mengetahui Puteri Iramaya sudah kembali ke Istana, Peri Jahat marah sekali. Atas usul Ibu Tiri, maka Peri Jahat dapat menangkap Pangeran Ramon yang mencari Mawar dekat air terjun. Sementara Puteri Iramaya terkena sihir Peri Jahat dan tertidur karena tertusuk oleh jarum dikamarnya.
 
Peri Baik yang mencari-cari Puteri Iramaya, menemukan Puteri disarang Peri Jahat dalam keadaan tertidur tertusuk jarum.
Dua orang Peri Baik pergi mencari pangeran Ramon, setelah bertemu serta membebaskan dari perangkap Peri Jahat, dibawanya Pangeran Ramon menemui Puteri Iramaya yang sedang tertidur di menara tempat kediaman Peri Jahat. Dengan bekal Pedang sakti pemberian Peri Baik, Pangeran Ramon pergi bersama-sama Peri Baik ketempat Puteri Iramaya. Pertempuran dengan Peri Jahat di Menara tak terelakkan lagi. Pada akhirnya Peri Jahat dapat dikalahkan oleh pangeran, terbakar oleh senjatanya sendiri.
 
Pada saat Pangeran Ramon lengah akibat kesenangan, Ibu Tiri beserta Drunella dan Barbetta ingin membunuh Pangeran Ramon. Peri Baik yang selalu membantu, pada waktu yang tepat, dengan kesaktiannya merubah Ibu Tiri dan anak-anaknya menjadi kelinci-kelinci. Pangeran Ramon yang juga si Pemburu sahabat Puteri Iramaya, mendekati Puteri Iramaya yang sedang tertidur, dijemputnya jari jemari puteri Iramaya serta diciumnya. Maka setelah dicium jari tangan Puteri oleh Pangeran Ramon punah kutukan Peri Jahat dan Puteri Iramaya terbangun dari tidurnya.
 
Rakyat diseluruh negeri menyambut kemenangan tersebut dan menyiapkan pesta besar di istana tanda bersyukur atas terhindarnya puteri Iramaya dari malapetaka. Baginda Raja dan permaisuri Cinderella bergembira dapat berkumpul kembali dengan anaknya serta bebas dari iri serta dengki ibu tiri yang jahat
 

Foto

Video